Diskusi Kebijakan Pendidikan :

Menuju Research University : 

Bagaimana peran program S3?

Jumat, 2 November 2012 Pukul 13.30 – 15.30
(didahului dengan makan siang, pada pukul 12.30 – 13.30 di Graha Alumni FK UGM)
Tempat: Program S3 FK UGM

 


Pengantar
Pengamatan menunjukkan bahwa budaya penelitian di perguruan tinggi negeri masih belum baik, bahkan di perguruan tinggi besar yang menjadi PTN badan hukum (UU no 12 tahun 2012). Untuk pengembangan ke depan perlu ada ketegasan dari pihak perguruan tinggi apakah akan menjadi teaching-university, atau research university. Menjadi teaching university, walaupun tidak terlalu menggembirakan, asal baik, bukanlah hal yang buruk. Situasi lebih buruk terjadi jika sebuah perguruan tinggi ingin menjadi research-university, tetapi tidak mempunyai kemampuan sehingga teaching buruk, dan researchnya juga buruk.
Di dalam UU Pendidikan tinggi memang tidak dikenal istilah research atau teaching university. Sebagai gambaran, bagian Kedua, Pasal 59 menguraikan Bentuk Perguruan Tinggi yang terdiri atas: perguruan tinggi; institut; sekolah tinggi; politeknik; akademi; dan akademi komunitas. Dengan demikian memang ada perguruan tinggi negeri yang belum mampu secara maksimal melaksanakan Pasal 45 UU DikTi yang menyebutkan:

Pasal 45 UU

  1. Penelitian di Perguruan Tinggi diarahkan untuk mengembangkan Ilmu pengetahuan dan Teknologi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan daya saing bangsa.
  2. Penelitian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh Sivitas Akademika sesuai dengan otonomi keilmuan dan budaya akademik.
  3. Penelitian sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilaksanakan berdasarkan jalur kompetensi dan kompetisi.

Pasal 46

  1. Hasil Penelitian bermanfaat untuk: a. pengayaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi serta pembelajaran; b. peningkatan mutu Perguruan Tinggi dan kemajuan peradaban bangsa; c. peningkatan kemandirian, kemajuan, dan daya saing bangsa; d. pemenuhan kebutuhan strategis pembangunan nasional; dan perubahan Masyarakat Indonesia menjadi Masyarakat berbasis

Bagi PT negeri yang belum mampu, pengelola perguruan tinggi mungkin perlu menyatakan bahwa kebijakan bahwa perguruan tinggi tersebut masih berada pada tahap teaching-university. Tentunya masih ada komponen penelitian, namun komponen penelitian tidak begitu dalam.

Bagi Perguruan Tinggi yang sudah berani menyatakan sebagai research university, harus konsekuen untuk mengembangkan diri. Salah satu konsekuensinya adalah merekrut dan mengembangkan karir peneliti yang full-timer. Namun sayangnya di dalam UU Pendidikan Tinggi hanya ada dua jenis tenaga: dosen dan tenaga kependidikan. 

Peranan Program S3 dalam Research University

Dalam konteks research university, peran mahasiswa S3 sebagai peneliti full-timer menjadi kunci. Di dalam konteks ini mahasiswa S3 tidak hanya sebagai mahasiswa biasa, tapi juga peneliti yang bekerja bersama dengan dosen pembimbingnya. Di berbagai perguruan tinggi terkemuka mahasiswa S3 menjadi tulang punggung research.
Bagaimana situasi S3 saat ini, khususnya di FK UGM?

  1. Saat ini mahasiswa S3 diterima tidak dalam konteks pengembangan ilmu. Penerimaan mahasiswa S3 masih sama caranya dengan penerimaan mahasiswa S2. Para dosen yang menjadi pembimbing seharusnya mempunyai semacam rencana penelitian besar yang dapat ditawarkan ke calon mahasiswa S3. Namun sampai saat ini, belum banyak dana penelitian yang ditawarkan secara paket ke mahasiswa S3 bersama SPPnya.
  2. Dana penelitian dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan disalurkan melalui LPPM. Waktu penyaluran biasanya mepet dan belum memberi kesempatan untuk perencanaan penelitian secara multi years.
  3. Sebagai dampak, peran program S3 dalam pengembangan menjadi research university masih belum maksimal, namun masih dapat dikembangkan.

 

Tujuan Diskusi:

  1. Membahas kemungkinan rekruitmen sebagian mahasiswa S3 menjadi peneliti full-timer yang mendapatkan beasiswa dan dana penelitian;
  2. Membahas kemungkinan penyaluran dana penelitian langsung dengan jumlah yang signifikan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ke pengelola Program S3, atau dosen pembimbing.
  3. Identifikasi langkah-langkah riil program S3 untuk mensupport research university, termasuk peningkatan pencarian dana penelitian dan hubungan antara pembimbing dengan mahasiswa S3.

 

Pembicara :

Prof. dr. Laksono Trisnantoro M.Sc., Ph.D., Wakil Ketua Pengelola Program S3 FK UGM*

Pembahas :

Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UGM dan Ketua LPPM UGM. Dalam pembahasannya, Wakil Rektor UGM menggunakan sebagian isi makalah dari Direktur Penelitian dan Pengabdian Masyarakat DitJen Dikti*
 

 

Tempat :

Ruang Kuliah Program S3 FK UGM, pukul 13.30 – 15.30. Para peserta diharapkan dapat makan siang bersama di Graha Alumni FK UGM (Joglo Kagama Kedokteran), pukul 12.30 sampai dengan 13.30.

 


 Rekaman Audio Streaming: 

ringkasan-diskusi

 


 

Arsip Video :

kemriting hpeq2 unesco2 pkkki2mmpt