banner main1

Internasionalisasi Pendidikan Tinggi di Asia

http://www.channelnewsasia.com/image/1243706/1443655738000/large16x9/768/432/nus-graduation-2.jpg

Internasionalisasi perguruan tinggi di seluruh belahan dunia meningkat dari tahun ke tahun. Faktor sejarah, geografis, dan geopolitik negara tujuan mempengaruhi mahasiswa dalam meneruskan jenjang studinya di luar negeri. Saat ini, Amerika Serikat, Inggris, dan Australia merupakan  pemain utama destinasi mahasiswa asing mengambil jenjang pendidikan tinggi. Namun, pada waktu yang sama terjadi peningkatan mahasiswa dari Eropa atau Amerika Utara pergi ke Asia untuk studi ataupun magang, seperti Cina, Jepang atau Korea. Buku ini memberikan gambaran dan analisis pendidikan tinggi trans-nasional dalam konteks  Asia. Selengkapnya

Bias Gender pada Rekrutmen Akademisi

http://ugm.ac.id/id/image/2515-kkn-ppm-ugm-mengasah-kepekaan-sosial-mahasiswa.jpg

Sudah menjadi rahasia publik bahwa perempuan kurang terwakilkan di lingkungan akademik di banyak negara. Diskriminasi gender adalah salah satu faktor yang berkontribusi dalam fenomena tersebut. Giovani et al melakukan studi terhadap rekrutmen akademik di negaranya, Italia. Hasil penelitian menunjukkan laki-laki lebih mudah masuk di lingkungan akademik daripada perempuan. Banyak faktor yang mempengaruhi. Selengkapnya


Keterlibatan Mahasiswa dalam Penelitian di Perguruan Tinggi

 

diskusi-pembukaan

PKMK FK UGM - Dalam rangka pengembangan peranan mahasiswa dalam penelitian, Fakultas Kedokteran UGM menyelenggarakan diskusi dengan menghadirkan pembicara Thomas F. Nelson Laird dari National Survey of Student Engagement (NSSE), Center for Postsecondary Research Indiana University, US. Diskusi tersebut telah dilaksanakan pada Jumat 8 Januari 2016 dengan topik Student Engagement in Research. Diskusi dilaksanakan di ruang Senat KPTU FK UGM pukul  9.00-11.00 Wib dan dihadiri oleh para dosen dan peneliti di FK UGM.

Selengkapnya

Course gratis dari MIT

http://i.telegraph.co.uk/multimedia/archive/02335/mit_alamy_2335926b.jpg

Sebagai salah satu universitas terbaik dunia, Massachusetts Intitute of Technology (MIT) memberikan akses ke materi perkuliahannya  secara cuma-cuma ke masyarakat luas. Tujuan program ini adalah sederhana, yakni untuk meningkatkan pemerataan pendidikan di seluruh dunia. Terdapat berbagai macam topik yang disuguhkan, dari sains, bisnis, teknik, pendidikan, seni hingga kedokteran. Course terbagi menjadi dua tingkatan, yakni untuk tingkat undergraduate dan graduate. Ada sekitar 2260 course tersedia dan Anda dapat memilih course sesuai minat dan keahlian Anda. Tidak perlu melakukan registrasi/login untuk mengakses course. Untuk mengakses course tersebut, silahkan


++ Arsip Pengantar


 

Transformasi dalam Budaya Meneliti.

Pengamatan  dan diskusi menunjukkan bahwa budaya penelitian masih belum baik, bahkan di perguruan tinggi besar yang mungkin akan menjadi PTN badan hukum. Dalam hal ini memang perlu ada ketegasan dari pihak perguruan tinggi apakah akan menjadi teaching-university, atau research university. Menjadi teaching university, walaupun tidak terlalu menggembirakan, asal baik, bukanlah hal yang buruk. Situasi lebih buruk terjadi jika sebuah perguruan tinggi ingin menjadi research-university, tetapi tidak mempunyai kemampuan sehingga teaching buruk, dan researchnya juga buruk.
Di dalam UU Pendidikan tinggi memang tidak dikenal istilah research atau teaching unversitiy. Sebagai gambaran, bagian Kedua , Pasal 59 menguraikan Bentuk Perguruan Tinggi yang terdiri atas: perguruan tinggi; institut; sekolah tinggi;  politeknik; akademi; dan akademi komunitas. Dengan demikian memang ada perguruan tinggi negeri yang belum mampu secara maksimal melaksanakan Pasal 45 UU DikTi yang menyebutkan:

(1)  Penelitian di Perguruan Tinggi diarahkan untuk mengembangkan Ilmu pengetahuan dan Teknologi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan daya saing bangsa.
(2)  Penelitian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh Sivitas Akademika sesuai dengan otonomi keilmuan dan budaya akademik.
(3)  Penelitian sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilaksanakan berdasarkan jalur kompetensi dan kompetisi.

Pasal 46

(1)    Hasil Penelitian bermanfaat untuk: a. pengayaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi serta pembelajaran;  b. peningkatan mutu Perguruan Tinggi dan kemajuan peradaban bangsa; c. peningkatan kemandirian, kemajuan, dan daya saing bangsa; d. pemenuhan kebutuhan strategis pembangunan nasional; dan perubahan Masyarakat Indonesia menjadi Masyarakat berbasis

Bagi PT negeri yang belum mampu, dapat ditegaskan dengan pengelola perguruan tinggi bahwa kebijakan bahwa perguruan tinggi tersebut masih berada pada tahap teaching-university.  Tentunya masih ada komponen penelitian, namun komponen penelitian tidak begitu dalam. Bagi yang sudah berani menyatakan sebagai research university, harus konsekuen untuk mengembangkan diri. Salahsatu konsekuensinya adalah merekrut dan mengembangkan karir peneliti yang full-timer. Di Dalam UU Pendidikan Tinggi hanya ada dua jenis tenaga: dosen dan tenaga kependidikan. Namun sebuah research university perlu mempunyai tenaga peneliti yang full-timer. Hal ini perlul masuk dalam Statuta.
Bagi research university salah satu konsekuensinya adalah: Apakah  penelitian memang cenderung  untuk penelitian multi disiplin? Bagaimana dengan penelitian ilmu-ilmu dasar? Di research university di berbagai kampus baik di luar negeri, pola pengembangan sebagian justru masuk kepada pengembangan penelitian monodisiplin beserta pengembangan infrastrukturnya.  Oleh karena itu, pengembangan penelitian monodisiplin yang langsung masuk ke lab atau unit penelitian di fakultas perlu diperhatikan. Sebagai catatan:  penelitian di bawah fakultas bukan berarti tidak melakukan kerjasama dengan dosen fakultas lain. Insentif untuk dosen yang meneliti perlu ditingkatkan, termasuk ruang kerja yang mendukung penelitian.

Sebagai ringkasan diperlukan transformasi dari budaya teaching ke budaya meneliti. Transformasi ini tidak mudah karena menyangkut perubahan budaya organisasi dan budaya kerja dosen, dan fasilitasnya. Bagi perguruan tinggi yang belum mampu meneliti, sebaiknya tegas menyatakan diri sebagai teaching-university dengan mutu yang baik. Bagi yang mampu, harus menjadi research-university yang benar. Perubahan budaya ini harus dilakukan oleh pengelola perguruan tinggi dengan dasar UU Pendidikan Tinggi.


Perlunya perubahan mind-set secara total

DISKUSI INTERAKTIF

001

GOVERNANCE UNIVERSITAS

002

KEPEMIMPINAN ILMU

003

KEPEMIMPINAN STRUKTURAL

LINK TERKAIT

kemriting hpeq2 unesco2 pkkki2mmpt