banner main1

Seminar Pengembangan Kanal Pengetahuan dan Informasi UGM

seminar-pt

Rencana pengembangan Kanal Pengetahuan dan Informasi (KPI) yang menjadi bagian dari kegiatan Diseminasi Pengetahuan berbasis website, mendapatkan respon positif dan atensi dari para peserta Seminar dan Workshop Pengembangan KPI. Dalam sesi diskusi pertama yang membahas mengenai filosofi Menara Air, sejumlah pertanyaan mengemuka diantaranya mengenai prosedur pembuatan rubrik mingguan untuk mengisi website yang ditanyakan oleh dr. Endro Basuki, Sp.BS dari FK UGM. Selengkapnya

Comprehensive Strategy for Effective Practitioner–Scientist Partnerships

debat

Hubungan antara komunitas praktisi dan ilmuwan sangat penting untuk mengembangkan ilmu pengetahuan. Kemitraan antara komunitas praktisi dan ilmuwan dapat menghasilkan penelitian yang berkualitas dan berdampak positif pada masyarakat luas. Oleh sebab itu, strategi yang komprehensif dalam rangka perluasan jaringan kemitraan masyarakat praktisi dan ilmuwan perlu dilakukan untuk memberikan manfaat kepada masyarakat yang lebih luas. Selengkapnya

Bhinneka Tunggal Ika dalam Konteks Perguruan Tinggi

http://3.bp.blogspot.com/-R45UKsLfLMQ/VK-Y1o84TsI/AAAAAAAABIM/K3v8q985pc8/s1600/Keragaman%2BSuku%2BBangsa%2Bdi%2BIndonesia.png

Indonesia adalah negara multicultural. Indonesia memiliki lebih dari 375 suku, 6 agama, negara berpenduduk muslim terbesar, dan negara dengan populasi terbesar keempat di dunia. Keanekaragaman tersebut dapat disatukan karena Indonesia memegang moto Bhinneka Tunggal Ika, yang bermakna meskipun berbeda-beda tetapi pada hakikatnya Indonesia tetap adalah satu kesatuan. Makalah berikut mengkaji penerapan semboyan Bhinneka Tunggal Ika dalam konteks Perguruan Tinggi.  Selengkapnya

 

Systematic Review: Penilaian Berbasis Komputer di Pendidikan Kedokteran

http://thanassis.com/wp-content/uploads/2012/04/cba_assessment.jpg

Sekolah kedokteran, institusi pascasarjana dan lembaga sertifikasi dan lisensi telah banyak yang mengembangkan dan menerapkan metode-metode baru yang akurat dan handal untuk mengukur kompetensi para dokter. Tujuan yang mendasari penilaian tersebut tidak hanya untuk mengevaluasi hasil belajar mahasiswa tetapi untuk membentuk lulusan yang profesional dan terampil. Computer based Asessment (CBA) meningkat penggunaannya pada beberapa tahun terakhir. CBA menawarkan metode alternatif yang memiliki beberapa keunggulan dibandingkan metode penilaian tradisional.

Selengkapnya

International Women’s Day: UNESCO launches eAtlas of Gender Inequality in Education

http://www.uis.unesco.org/Education/PublishingImages/gender-eAtlas-if-en.jpg

Pada tanggal 8 Maret diperingati sebagai Internastional Women’s Day, UNESCO Institute for Statistics meluncurkan eAtlas of Gender Inequality in Education, yang mana menunjukkan wanita dua kali lipat masih belum mendapatkan akses pendidikan dibanding laki-laki. Hampir 16 juta wanita antara umur 6 – 11 tahun tidak akan mendapat kesempatan untuk belajar membaca atau menuli di sekolah dasar, dibandingkan dengan 8 juta laki-laki jika trend ini terus berlangsung. Selengkapnya

Perbandingan budaya dalam pola belajar mahasiswa di Indonesia, Sri Lanka dan Belanda 

http://cdn.tmpo.co/data/2010/04/22/id_32629/32629_620.jpg

Kosala dari Universitas Peradeniya, Sri lanka  bersama rekannya melakukan penelitian dengan membandingkan pola belajar mahasiswa perguruan tinggi dari berbagai budaya yang berbeda . Sebuah meta - analisis dilakukan pada tiga studi skala besar yang mana menggunakan instrumen penelitian yang sama, yakni Inventory of Learning Styles ( ILS ). Penelitian ini dilakukan di dua negara Asia, Sri Lanka dan Indonesia, dan satu negara Eropa, Belanda. Selengkapnya 

 


 

Menempatkan Indonesia dalam Regionalisme Pendidikan Tinggi di ASEAN

http://aspireblog.org/wp-content/uploads/2013/06/Saving-for-College-1.jpg

Pendidikan tinggi di Indonesia menemui banyak tantangan dalam memperkuat keterlibatannya di kawasan Asia Tenggara. Meskipun Indonesia punya peran besar dalam ASEAN, regionalisme pendidikan tinggi Indonesia di kawasan Asia Tenggara dianggap masih lemah. Faktor sistem pemerintahan, sejarah ekonomi politik,  demografis dan keuangan ditengarai sebagai penyebab yang menghambat regionalisme pendidikan tinggi Indonesia. Dalam salah satu bagian buku Higher Education Regionalization in Asia Pacific, Anthony R. Welch memaparkan apa saja faktor penghambat keterlibatan Indonesia dalam regionalisme pendidikan tinggi di Asia Tenggara. Selengkapnya

Internasionalisasi Pendidikan Tinggi di Asia

http://www.channelnewsasia.com/image/1243706/1443655738000/large16x9/768/432/nus-graduation-2.jpg

Internasionalisasi perguruan tinggi di seluruh belahan dunia meningkat dari tahun ke tahun. Faktor sejarah, geografis, dan geopolitik negara tujuan mempengaruhi mahasiswa dalam meneruskan jenjang studinya di luar negeri. Saat ini, Amerika Serikat, Inggris, dan Australia merupakan  pemain utama destinasi mahasiswa asing mengambil jenjang pendidikan tinggi. Namun, pada waktu yang sama terjadi peningkatan mahasiswa dari Eropa atau Amerika Utara pergi ke Asia untuk studi ataupun magang, seperti Cina, Jepang atau Korea. Buku ini memberikan gambaran dan analisis pendidikan tinggi trans-nasional dalam konteks  Asia. Selengkapnya

Bias Gender pada Rekrutmen Akademisi

http://ugm.ac.id/id/image/2515-kkn-ppm-ugm-mengasah-kepekaan-sosial-mahasiswa.jpg

Sudah menjadi rahasia publik bahwa perempuan kurang terwakilkan di lingkungan akademik di banyak negara. Diskriminasi gender adalah salah satu faktor yang berkontribusi dalam fenomena tersebut. Giovani et al melakukan studi terhadap rekrutmen akademik di negaranya, Italia. Hasil penelitian menunjukkan laki-laki lebih mudah masuk di lingkungan akademik daripada perempuan. Banyak faktor yang mempengaruhi. Selengkapnya


Keterlibatan Mahasiswa dalam Penelitian di Perguruan Tinggi

 

diskusi-pembukaan

PKMK FK UGM - Dalam rangka pengembangan peranan mahasiswa dalam penelitian, Fakultas Kedokteran UGM menyelenggarakan diskusi dengan menghadirkan pembicara Thomas F. Nelson Laird dari National Survey of Student Engagement (NSSE), Center for Postsecondary Research Indiana University, US. Diskusi tersebut telah dilaksanakan pada Jumat 8 Januari 2016 dengan topik Student Engagement in Research. Diskusi dilaksanakan di ruang Senat KPTU FK UGM pukul  9.00-11.00 Wib dan dihadiri oleh para dosen dan peneliti di FK UGM.

Selengkapnya

Course gratis dari MIT

http://i.telegraph.co.uk/multimedia/archive/02335/mit_alamy_2335926b.jpg

Sebagai salah satu universitas terbaik dunia, Massachusetts Intitute of Technology (MIT) memberikan akses ke materi perkuliahannya  secara cuma-cuma ke masyarakat luas. Tujuan program ini adalah sederhana, yakni untuk meningkatkan pemerataan pendidikan di seluruh dunia. Terdapat berbagai macam topik yang disuguhkan, dari sains, bisnis, teknik, pendidikan, seni hingga kedokteran. Course terbagi menjadi dua tingkatan, yakni untuk tingkat undergraduate dan graduate. Ada sekitar 2260 course tersedia dan Anda dapat memilih course sesuai minat dan keahlian Anda. Tidak perlu melakukan registrasi/login untuk mengakses course. Untuk mengakses course tersebut, silahkan


++ Arsip Pengantar


 

Transformasi dalam Budaya Meneliti.

Pengamatan  dan diskusi menunjukkan bahwa budaya penelitian masih belum baik, bahkan di perguruan tinggi besar yang mungkin akan menjadi PTN badan hukum. Dalam hal ini memang perlu ada ketegasan dari pihak perguruan tinggi apakah akan menjadi teaching-university, atau research university. Menjadi teaching university, walaupun tidak terlalu menggembirakan, asal baik, bukanlah hal yang buruk. Situasi lebih buruk terjadi jika sebuah perguruan tinggi ingin menjadi research-university, tetapi tidak mempunyai kemampuan sehingga teaching buruk, dan researchnya juga buruk.
Di dalam UU Pendidikan tinggi memang tidak dikenal istilah research atau teaching unversitiy. Sebagai gambaran, bagian Kedua , Pasal 59 menguraikan Bentuk Perguruan Tinggi yang terdiri atas: perguruan tinggi; institut; sekolah tinggi;  politeknik; akademi; dan akademi komunitas. Dengan demikian memang ada perguruan tinggi negeri yang belum mampu secara maksimal melaksanakan Pasal 45 UU DikTi yang menyebutkan:

(1)  Penelitian di Perguruan Tinggi diarahkan untuk mengembangkan Ilmu pengetahuan dan Teknologi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan daya saing bangsa.
(2)  Penelitian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh Sivitas Akademika sesuai dengan otonomi keilmuan dan budaya akademik.
(3)  Penelitian sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilaksanakan berdasarkan jalur kompetensi dan kompetisi.

Pasal 46

(1)    Hasil Penelitian bermanfaat untuk: a. pengayaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi serta pembelajaran;  b. peningkatan mutu Perguruan Tinggi dan kemajuan peradaban bangsa; c. peningkatan kemandirian, kemajuan, dan daya saing bangsa; d. pemenuhan kebutuhan strategis pembangunan nasional; dan perubahan Masyarakat Indonesia menjadi Masyarakat berbasis

Bagi PT negeri yang belum mampu, dapat ditegaskan dengan pengelola perguruan tinggi bahwa kebijakan bahwa perguruan tinggi tersebut masih berada pada tahap teaching-university.  Tentunya masih ada komponen penelitian, namun komponen penelitian tidak begitu dalam. Bagi yang sudah berani menyatakan sebagai research university, harus konsekuen untuk mengembangkan diri. Salahsatu konsekuensinya adalah merekrut dan mengembangkan karir peneliti yang full-timer. Di Dalam UU Pendidikan Tinggi hanya ada dua jenis tenaga: dosen dan tenaga kependidikan. Namun sebuah research university perlu mempunyai tenaga peneliti yang full-timer. Hal ini perlul masuk dalam Statuta.
Bagi research university salah satu konsekuensinya adalah: Apakah  penelitian memang cenderung  untuk penelitian multi disiplin? Bagaimana dengan penelitian ilmu-ilmu dasar? Di research university di berbagai kampus baik di luar negeri, pola pengembangan sebagian justru masuk kepada pengembangan penelitian monodisiplin beserta pengembangan infrastrukturnya.  Oleh karena itu, pengembangan penelitian monodisiplin yang langsung masuk ke lab atau unit penelitian di fakultas perlu diperhatikan. Sebagai catatan:  penelitian di bawah fakultas bukan berarti tidak melakukan kerjasama dengan dosen fakultas lain. Insentif untuk dosen yang meneliti perlu ditingkatkan, termasuk ruang kerja yang mendukung penelitian.

Sebagai ringkasan diperlukan transformasi dari budaya teaching ke budaya meneliti. Transformasi ini tidak mudah karena menyangkut perubahan budaya organisasi dan budaya kerja dosen, dan fasilitasnya. Bagi perguruan tinggi yang belum mampu meneliti, sebaiknya tegas menyatakan diri sebagai teaching-university dengan mutu yang baik. Bagi yang mampu, harus menjadi research-university yang benar. Perubahan budaya ini harus dilakukan oleh pengelola perguruan tinggi dengan dasar UU Pendidikan Tinggi.


Perlunya perubahan mind-set secara total

DISKUSI INTERAKTIF

001

GOVERNANCE UNIVERSITAS

002

KEPEMIMPINAN ILMU

003

KEPEMIMPINAN STRUKTURAL

LINK TERKAIT

kemriting hpeq2 unesco2 pkkki2mmpt