banner main1

Kapasitas Penelitian dari Tenaga Kesehatan Profesional

http://www.blogcdn.com/www.engadget.com/media/2013/07/microscope.jpg

Penelitian adalah motor penggerak peningkatan kualitas berbagai bidang ilmu maupun pelayanan masyarakat. Penelitian tidak hanya memiliki peran penting dalam pendidikan tinggi, tetapi  dapat pula menjadi pendorong utama peningkatan pelayanan kesehatan dan praktik berbasis bukti yang menjadi dasar pemberian perawatan kesehatan.

Kemampuan dalam meneliti sangat penting untuk dikembangkan dalam mendukung penelitian dalam kesehatan. Dalam artikel ini diteliti mengenai kapasitas atau kemampuan penelitian dari tenaga kesehatan profesional. Penelitian ini bertujuan untuk melaporkan tingkat kapasitas penelitian dari  podiatris sektor publik di seluruh negara bagian Quessland pada dua titik waktu yang berbeda selama dua belas bulanSelengkapnya 

Workshop Penulisan Naskah Produksi Video

Workshop21Mei2016

Setelah dibuka dengan Seminar dan Workshop KPI 18 Mei 2016 lalu, pengelola teknis dari tujuh fakultas penerima Hibah Pengembangan KPI, khususnya kelompok studio (produksi grafis dan audio-visual) memasuki pelatihan penulisan naskah produksi. Naskah dalam produksi audio-visual merupakan elemen yang penting. Naskah berfungsi sebagai yang menyatukan persepsi antara semua personel yang terlibat dalam kegiatan produksi, mengenai apa saja yang harus dilakukan dan bagaimana dilakukannya.

Melalui workshop ini, kelompok studio dari ketujuh fakultas akan mempelajari mengenai penulisan dan pemanfaatan naskah produksi audio-visual, didampingi oleh praktisi dunia pertelevisian yang adalah ahli di bidangnya. Selain mendapatkan pengetahuan mengenai penulisan naskah, para peserta juga akan secara langsung berpraktik menyusun dan menjalankan naskah untuk pengambilan gambar event Medical Jazz Festival 2016 yang diselenggarakan di hari yang sama. Selengkapnya 

Universal Design for Learning (UDL): Dukungan Kesuksesan Akademik Individu

diverse students

Pembelajaran baik di kelas ataupun distance learning/e-learning diikuti oleh individu dengan berbagai perbedaan. Perbedaan yang muncul dalam pembelajaran misalnya perbedaan secara kemampuan akademik, perbedaan secara fisik, perbedaan cara belajar, dan perbedaan ras/budaya. Dalam mengembangkan media pembelajaran baik untuk belajar di kelas ataupun jarak jauh (e-learning), diperlukan media pembelajaran yang dapat mengakomodir segala perbedaan tersebut, yang biasa disebut Universal Design for Learning (UDL). Selengkapnya 

Pendidikan Tinggi Global: Kerangka Kebijakan Nasional untuk Mendukung Keterlibatan Internasional

international-higher-education

British Council baru saja merilis laporan penelitian mengenai kebijakan nasional di berbagai negara terkait pendidikan tinggi. Indonesia termasuk sampel dari penelitian yang dilakukan British Council ini. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kebijakan negara terkait pendidikan tinggi dan untuk mengidentifikasi daerah-daerah yang didukung oleh pemerintah nasional. Selengkapnya 


Leadership in Science

Leadership-Role Cover Yourstory

Penelitian ini membahas mengenai kepemimpinan dalam ilmu pengetahuan, khususnya ilmu keperawatan. Kepemimpinan dalam ilmu pengetahuan sangat dibutuhkan. Pemimpin dalam ilmu pengetahuan harus bisa memimpin timnya, ataupun orang-orang dalam bidang ilmunya agar dapat menerjemahkan ilmu pengetahuan yang ada sehingga bermanfaat terhadap masyarakat. Penelitian ini juga membahas mengenai empat karakter kunci bagi pemimpin masa depan, yang disebut sebagai authentic leadership.

Selengkapnya 

Seminar Pengembangan Kanal Pengetahuan dan Informasi UGM

seminar-pt

Rencana pengembangan Kanal Pengetahuan dan Informasi (KPI) yang menjadi bagian dari kegiatan Diseminasi Pengetahuan berbasis website, mendapatkan respon positif dan atensi dari para peserta Seminar dan Workshop Pengembangan KPI. Dalam sesi diskusi pertama yang membahas mengenai filosofi Menara Air, sejumlah pertanyaan mengemuka diantaranya mengenai prosedur pembuatan rubrik mingguan untuk mengisi website yang ditanyakan oleh dr. Endro Basuki, Sp.BS dari FK UGM. Selengkapnya


++ Arsip Pengantar


 

Transformasi dalam Budaya Meneliti.

Pengamatan  dan diskusi menunjukkan bahwa budaya penelitian masih belum baik, bahkan di perguruan tinggi besar yang mungkin akan menjadi PTN badan hukum. Dalam hal ini memang perlu ada ketegasan dari pihak perguruan tinggi apakah akan menjadi teaching-university, atau research university. Menjadi teaching university, walaupun tidak terlalu menggembirakan, asal baik, bukanlah hal yang buruk. Situasi lebih buruk terjadi jika sebuah perguruan tinggi ingin menjadi research-university, tetapi tidak mempunyai kemampuan sehingga teaching buruk, dan researchnya juga buruk.
Di dalam UU Pendidikan tinggi memang tidak dikenal istilah research atau teaching unversitiy. Sebagai gambaran, bagian Kedua , Pasal 59 menguraikan Bentuk Perguruan Tinggi yang terdiri atas: perguruan tinggi; institut; sekolah tinggi;  politeknik; akademi; dan akademi komunitas. Dengan demikian memang ada perguruan tinggi negeri yang belum mampu secara maksimal melaksanakan Pasal 45 UU DikTi yang menyebutkan:

(1)  Penelitian di Perguruan Tinggi diarahkan untuk mengembangkan Ilmu pengetahuan dan Teknologi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan daya saing bangsa.
(2)  Penelitian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh Sivitas Akademika sesuai dengan otonomi keilmuan dan budaya akademik.
(3)  Penelitian sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilaksanakan berdasarkan jalur kompetensi dan kompetisi.

Pasal 46

(1)    Hasil Penelitian bermanfaat untuk: a. pengayaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi serta pembelajaran;  b. peningkatan mutu Perguruan Tinggi dan kemajuan peradaban bangsa; c. peningkatan kemandirian, kemajuan, dan daya saing bangsa; d. pemenuhan kebutuhan strategis pembangunan nasional; dan perubahan Masyarakat Indonesia menjadi Masyarakat berbasis

Bagi PT negeri yang belum mampu, dapat ditegaskan dengan pengelola perguruan tinggi bahwa kebijakan bahwa perguruan tinggi tersebut masih berada pada tahap teaching-university.  Tentunya masih ada komponen penelitian, namun komponen penelitian tidak begitu dalam. Bagi yang sudah berani menyatakan sebagai research university, harus konsekuen untuk mengembangkan diri. Salahsatu konsekuensinya adalah merekrut dan mengembangkan karir peneliti yang full-timer. Di Dalam UU Pendidikan Tinggi hanya ada dua jenis tenaga: dosen dan tenaga kependidikan. Namun sebuah research university perlu mempunyai tenaga peneliti yang full-timer. Hal ini perlul masuk dalam Statuta.
Bagi research university salah satu konsekuensinya adalah: Apakah  penelitian memang cenderung  untuk penelitian multi disiplin? Bagaimana dengan penelitian ilmu-ilmu dasar? Di research university di berbagai kampus baik di luar negeri, pola pengembangan sebagian justru masuk kepada pengembangan penelitian monodisiplin beserta pengembangan infrastrukturnya.  Oleh karena itu, pengembangan penelitian monodisiplin yang langsung masuk ke lab atau unit penelitian di fakultas perlu diperhatikan. Sebagai catatan:  penelitian di bawah fakultas bukan berarti tidak melakukan kerjasama dengan dosen fakultas lain. Insentif untuk dosen yang meneliti perlu ditingkatkan, termasuk ruang kerja yang mendukung penelitian.

Sebagai ringkasan diperlukan transformasi dari budaya teaching ke budaya meneliti. Transformasi ini tidak mudah karena menyangkut perubahan budaya organisasi dan budaya kerja dosen, dan fasilitasnya. Bagi perguruan tinggi yang belum mampu meneliti, sebaiknya tegas menyatakan diri sebagai teaching-university dengan mutu yang baik. Bagi yang mampu, harus menjadi research-university yang benar. Perubahan budaya ini harus dilakukan oleh pengelola perguruan tinggi dengan dasar UU Pendidikan Tinggi.


Perlunya perubahan mind-set secara total

DISKUSI INTERAKTIF

001

GOVERNANCE UNIVERSITAS

002

KEPEMIMPINAN ILMU

003

KEPEMIMPINAN STRUKTURAL

LINK TERKAIT

kemriting hpeq2 unesco2 pkkki2mmpt