banner main1

Working-class graduates 'locked out' of top careers

Pelamar dari lulusan grup Russel – yang berasal dari keluarga menengah ke atas – memiliki kesempatan lebih untuk sukses, kata komisi.

Para pelamar pekerja “secara sistematis terlempar’ dari pekerjaan terbaik karena perusahaan lebih memfokuskan rekruitmen pada universitas elit. Studi yang dilakukan oleh Social mobility and Child Poverty Commission pada 15 Juni melaporkan bahwa 40 - 50 persen pelamar yang melamar ke firma akuntasi ternama berasal dari salah satu dari 24 universitas Grup Russel.

Studi melaporkan bahwa hal ini merupakan hasil dari strategi rekruitmen termasuk kunjungan kampus dan iklan tersegentasi, yang kemudian menghambat mobilitas sosial.

Data menunjukkan 60 – 70 persen dari pelamar Grup Russel diterima di firma akuntansi ternama, yang berarti bahwa pelamar Grup Russel memiliki kesempatan diterima lebih bessar daripada lulusan lainnya. Hal ini tidak hanya merefleksikan kredensial akademis yang kuat dari pelamar, namun juga hasil dari pelatihan dan sesi konsultasi pada pelamar dan pelatihan proses wawancara yang ditawarkan oleh universitas ternama. Selengkapnya baca di 


E-learning system in blended learning environment to enhance cognitive skills for learners in higher education

http://www.ctvnews.ca/polopoly_fs/1.2394643.1432773154!/httpImage/image.jpg_gen/derivatives/landscape_620/image.jpg

National Education Act B.E. 2542 (1999) mencetuskan reformasi pendidikan ynag berfokus pada student based learning dengan penggunaan teknologi yang mendukung proses pembelajaran mahasiswa. Blended e-learning adalah proses pembelajaran yang menggabungkan keuntungan dari belajar di ruang kelas dan belajar via online dalam konten penyaluran ilmu, aktivitas, dan evaluasi. Blended e-learning telah tersebar luas di pendidikan tinggi karena fleksibilitas dari instruktur untuk mengintegrasikan teknologi pendidikan dalam pengajaran. Instruktur juga dapat memberikan pengajaran yang lebih efektif dengan mengimplementasikan metode student-centered. Mahasiswa dapat mengakses dan belajar dimana saja dan kapan saja. Mahasiswa juga dapat berpartisipasi dan bertukar ide di kelas dan sosial media pembelajaran. Dengan demikian, instruktur dapat meningkatkan kemampuan kognitif mahasiswa dan perilaku yang dibutuhkan melalui periode kelas. Selengkapnya

++ Arsip Pengantar

Transformasi dalam Budaya Meneliti.

Pengamatan  dan diskusi menunjukkan bahwa budaya penelitian masih belum baik, bahkan di perguruan tinggi besar yang mungkin akan menjadi PTN badan hukum. Dalam hal ini memang perlu ada ketegasan dari pihak perguruan tinggi apakah akan menjadi teaching-university, atau research university. Menjadi teaching university, walaupun tidak terlalu menggembirakan, asal baik, bukanlah hal yang buruk. Situasi lebih buruk terjadi jika sebuah perguruan tinggi ingin menjadi research-university, tetapi tidak mempunyai kemampuan sehingga teaching buruk, dan researchnya juga buruk.
Di dalam UU Pendidikan tinggi memang tidak dikenal istilah research atau teaching unversitiy. Sebagai gambaran, bagian Kedua , Pasal 59 menguraikan Bentuk Perguruan Tinggi yang terdiri atas: perguruan tinggi; institut; sekolah tinggi;  politeknik; akademi; dan akademi komunitas. Dengan demikian memang ada perguruan tinggi negeri yang belum mampu secara maksimal melaksanakan Pasal 45 UU DikTi yang menyebutkan:

(1)  Penelitian di Perguruan Tinggi diarahkan untuk mengembangkan Ilmu pengetahuan dan Teknologi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan daya saing bangsa.
(2)  Penelitian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh Sivitas Akademika sesuai dengan otonomi keilmuan dan budaya akademik.
(3)  Penelitian sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilaksanakan berdasarkan jalur kompetensi dan kompetisi.

Pasal 46

(1)    Hasil Penelitian bermanfaat untuk: a. pengayaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi serta pembelajaran;  b. peningkatan mutu Perguruan Tinggi dan kemajuan peradaban bangsa; c. peningkatan kemandirian, kemajuan, dan daya saing bangsa; d. pemenuhan kebutuhan strategis pembangunan nasional; dan perubahan Masyarakat Indonesia menjadi Masyarakat berbasis

Bagi PT negeri yang belum mampu, dapat ditegaskan dengan pengelola perguruan tinggi bahwa kebijakan bahwa perguruan tinggi tersebut masih berada pada tahap teaching-university.  Tentunya masih ada komponen penelitian, namun komponen penelitian tidak begitu dalam. Bagi yang sudah berani menyatakan sebagai research university, harus konsekuen untuk mengembangkan diri. Salahsatu konsekuensinya adalah merekrut dan mengembangkan karir peneliti yang full-timer. Di Dalam UU Pendidikan Tinggi hanya ada dua jenis tenaga: dosen dan tenaga kependidikan. Namun sebuah research university perlu mempunyai tenaga peneliti yang full-timer. Hal ini perlul masuk dalam Statuta.
Bagi research university salah satu konsekuensinya adalah: Apakah  penelitian memang cenderung  untuk penelitian multi disiplin? Bagaimana dengan penelitian ilmu-ilmu dasar? Di research university di berbagai kampus baik di luar negeri, pola pengembangan sebagian justru masuk kepada pengembangan penelitian monodisiplin beserta pengembangan infrastrukturnya.  Oleh karena itu, pengembangan penelitian monodisiplin yang langsung masuk ke lab atau unit penelitian di fakultas perlu diperhatikan. Sebagai catatan:  penelitian di bawah fakultas bukan berarti tidak melakukan kerjasama dengan dosen fakultas lain. Insentif untuk dosen yang meneliti perlu ditingkatkan, termasuk ruang kerja yang mendukung penelitian.

Sebagai ringkasan diperlukan transformasi dari budaya teaching ke budaya meneliti. Transformasi ini tidak mudah karena menyangkut perubahan budaya organisasi dan budaya kerja dosen, dan fasilitasnya. Bagi perguruan tinggi yang belum mampu meneliti, sebaiknya tegas menyatakan diri sebagai teaching-university dengan mutu yang baik. Bagi yang mampu, harus menjadi research-university yang benar. Perubahan budaya ini harus dilakukan oleh pengelola perguruan tinggi dengan dasar UU Pendidikan Tinggi.


Perlunya perubahan mind-set secara total

DISKUSI INTERAKTIF

001

GOVERNANCE UNIVERSITAS

002

KEPEMIMPINAN ILMU

003

KEPEMIMPINAN STRUKTURAL

LINK TERKAIT

dikti hpeq2 unesco2 mpkkkki2mmpt