Manajemen Pendidikan Tinggi

Berita Nasional - Internasional

APK Perguruan Tinggi tak Sebanding dengan Jumlah Kampus

SOLO -- Banyaknya Perguruan Tinggi di Indonesia tak berbanding lurus dengan minat Angka Partisipasi Kasar (APK) masyarakat masuk ke Perguruan Tinggi.

Direktur Kelembagaan Kemenristekdikti, Patmono Suwignyo mengatakan, saat ini terdapat 4.550 Perguran Tinggi di tanah air baik Negeri maupun Swasta. Sementara APK masyarakat masuk ke Perguruan Tinggi hanya sebesar 31,1 persen dari penduduk rentang usia 19-23 tahun yang mempunyai kesempatan mengenyam pendidikan tinggi.

"Inilah kelemahan yang sangat mendasar dari perguruan tinggi kita, jumlah perguruan tingginya terlalu banyak," tutur Patmono dalam wisuda perdana mahasiswa AK-Tekstil Solo pada Senin (20/11).

Perguruan Tinggi di negara-negara UNI Eropa misalnya. Menurut Patmono hanya ada sekitar 2.000-an perguran tinggi. Bahkan, jika dibandingkan dengan Cina, jumlah perguruan tinggi di tanah air masih lebih banyak.

Perguruan Tinggi di negeri tirai bambu itu, kata dia, hanya sekitar 2.824 Perguruan Tinggi, padahal penduduknya beberapa kali lipat lebih banyak dibanding Indonesia. Bahkan menurutnya APK Indonesia masih lebih kecil dibanding Malaysia yang mencapai 38 persen, Thailand, 54 persen, Singapura 78 persen dan Korea Selatan 98,2 persen.

Menurutnya hal ini disebabkan selain permasalahan biaya untuk masuk ke perguruan tinggi, juga lantaran kecilnya kapasitas daya tampung perguruan tinggi.

"Jumlah perguruan tingginya terlalu banyak tetapi APK-nya sangat kecil. Setelah kita teliti, ternyata 70 persen perguruan tinggi di Indonesia itu perguruan tinggi yang kecil-kecil. Sehingga meski jumlah banyak daya tampungnya itu sedikit," katanya.

Dilain sisi, kata dia, banyaknya terjadi ketidak seimbangan dari komposisi perguran Tinggi yang ada di tanah air. Dimana 94 persen merupakan perguruan tinggi berbasis akademik, sedangakan hanya 6 persen perguruan Tinggi vokasi.

"Padahal di negara-negara maju industrinya, jumlah perguruan tinggi vokasinya lebih banyak minimal seimbang dengan perguruan tinggi akademik," katanya.

Sebab itu Kemenristekdikti mendorong Kementerian Perindustrian untuk mendirikan perguruan tinggi vokasi di tanah air. Saat ini telah ada sekitar 10 perguran tinggi vokasi yang tersebar di beberapa wilayah di Indonesia. Patmono Juga berharap Industri juga turut ambil peranan dalam memperbanyak berdirinya perguran tinggi dan sekolah-sekolah berbasis vokasi.


 Sumber: http://www.republika.co.id/ 






 

Copyright © 2020 Manajemen Pendidikan Tinggi