Manajemen Pendidikan Tinggi

Berita Nasional - Internasional

Standar Kualifikasi Pendidikan Tinggi ASEAN Diharmonisasi

Jakarta:The European Union Support to higher education in the ASEAN region (Share) menggelar seminar mengenai kerangka kualifikasi dan pengakuan kualifikasi di era digital. Seminar ini bertujuan meningkatkan pemahaman peran kerangka kualifikasi nasional dan regional ASEAN dalam memastikan pengakuan gelar, keterampilan dan kompetensi di pendidikan tinggi dalam menghadapi era digital.

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristedikti), Mohamad Nasir menjelaskan, Kerangka Kualifikasi Indonesia (Indonesian Qualification Framework-IQF) dan penerapannya dalam pengakuan di seluruh perguruan tinggi. Pada tingkat nasional, IQF berperan sebagai referensi netral yang memperbolehkan perbandingan hasil pembelajaran dari pendidikan formal ataupun nonformal, dan juga hasil pembelajaran yang tercapai melalui pengalaman kerja.

"Kerangka kualifikasi juga memberi masukan berharga dalam menciptakan standar dan kriteria nasional yang memfasilitasi pengakuan keterampilan dan kualifikasi yang telah didapatkan pelajar," kata Mohamad Nasir, Jakarta, Selasa 25 Juni 2019.

Share sendiri merupakan sebuah konsorsium. Konsorsium ini terdiri dari ASEAN bersama British Council sebagai pimpinan. Campus France, the German Exchange Service (DAAD), Nuffic, the European Association for Quality Assurance in Higher Education (ENQ).Hadir dalam seminar pemangku kepentingan nasional dan regional, termasuk anggota panitia Kerangka Kualifikasi Referensi ASEAN. Turut hadir juga ahli dari Eropa dan internasional.

Sementara itu, Direktur Hubungan Eksternal ASEAN, Bala Kumar Palaniappan menyoroti aspirasi kawasan ASEAN untuk memfasilitasi mulusnya pergerakan tenaga kerja terdidik dalam ASEAN melalui harmonisasi dan standarisasi. Mengingat ASEAN memiliki 7.000 perguruan tinggi, penjaminan mutu dan pengakuan gelar sangat penting dalam menciptakan ruang bersama untuk pendidikan tinggi ASEAN.

"Karenanya diperlukan landasan bersama kepercayaan yang difasilitasi oleh kerangka kualifikasi," ujarnya.

Duta Besar Uni Eropa untuk ASEAN, Francisco Fontan mengatakan, Share berkomitmen untuk membangun harmonisasi pendidikan tinggi di kawasan ASEAN. Tujuanya, guna memperkuat dan menyebarluaskan Kerangka Kualifikasi Refrensi ASEAN (ASEAN Qualification Framework -AQF) dan Kerangka Penjaminan Mutu ASEAN (ASEAN Quality Assurance Framework-AQAF) dengan fokus pada pendidikan tinggi.

Dalam kerangka dialog dan kerja sama antardua kawasan mitra Eropa berbagi pengetahuan dan pengalaman lapangan dari proses Bologna (Bologna Process). Selain itu juga mengembangkan program program yang sudah berjalan di kawasan ASEAN terutama pencapaian Panitia AQRF dan Jaringan Penjamin Mutu ASEAN (AQAN).

Seminar regional ini merupakan lanjutan dari program kerja sama sebelumnya antara Kemeneristedikti dan Share Uni Eropa mengenai Dialog Internasional Penjamin Mutu dan Kerangka Refrensi ASEAN pada Februari 2017 lalu. Adapun tujuan program kerja sama selaras dengan fungsi dan kebijakan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti, terutama Direktorat Penjamin Mutu.


Sumber: https://www.medcom.id/pendidikan/news-pendidikan/0kpVrE6N-standar-kualifikasi-pendidikan-tinggi-asean-diharmonisasi






 

Copyright © 2020 Manajemen Pendidikan Tinggi