Seminar: KEPEMIMPINAN DI PERGURUAN TINGGI

A. LATAR BELAKANG

Perguruan-perguruan tinggi yang menyelenggarakan program studi Kesehatan Masyarakat saat ini berkembang dalam jumlah dan mutu yang bervariasi.  Bermutu atau tidaknya sebuah perguruan tinggi tergantung kepada kemampuan dosen dan pimpinannya untuk berkembang. Saat ini peringkat perguruan tinggi juga dinilai dengan akreditasi yang bertumpu pada kemampuan SDM-nya. Indikator kinerja dosen antara lain: jumlah jam mengajar, jumlah penelitian dan penulisan yang hasilnya bisa dalam bentuk jurnal, buku, grant penelitian, dan sebagainya. Secara tidak langsung, indikator kinerja universitas berada pada tangan dosen. Tanpa dosen yang berkinerja baik, perguruan tinggi akan menurun performanya. Akan tetapi, ada tantangan yang signifikan yaitu : apakah Perguruan Tinggi mempunyai banyak dosen yang handal dan dapat disebut sebagai Pemimpin Keilmuan.

Sebelum menjawab tantangan tersebut, sebenarnya apa ciri seorang pemimpin ilmu?

Apa saja ciri-ciri seorang Pemimpin Keilmuan?

Istilah Pemimpin Keilmuan dinyatakan untuk membedakan dengan Pemimpin Struktural seperti Dekan atau Rektor. Pemimpin Keilmuan adalah pemimpin dalam bidang ilmu yang mempunyai berbagai ciri khusus yang berbeda dengan Pemimpin Struktural. Dari berbagai referensi awal, pengalaman,  serta pengamatan, ada beberapa ciri dan kebiasaan Pemimpin Keilmuan:

  1. Mempunyai visi, dedikasi tinggi dan passion pada pengembangan ilmunya;
  2. Memimpin para peneliti/ilmuwan di universitas/tempat bekerjanya;
  3. Dihargai oleh peers-nya di level fakultas/universitas, nasional, dan internasional, misal: diundang dalam seminar nasional/internasional sebagai pembicara;
  4. Mempunyai pengaruh dalam pengembangan ilmu sehingga mempunyai follower di dunia akademik;
  5. Melakukan regenerasi secara sistematis untuk mengembangkan ilmu melalui mentoring dan nurturing (merawat) asisten dan generasi baru ilmuwan;
  6. Menyebarkan hasil penelitian dan ilmunya melalui jurnal-jurnal, buku, atau media lainnya;
  7. Mempunyai kemampuan Networking.

Ciri-ciri ini yang perlu dikembangkan terus menerus melalui pengalaman dan penelitian.

Di lain pihak, pengembangan kepemimpinan ilmu di universitas saat ini analog dengan di manajemen rumahsakit sekitar 20 tahun yang lalu. Dulu yang disebut sebagai pemimpin di rumahsakit adalah direktur rumahsakit saja. Namun sekarang sudah berkembang, disamping direktur rumahsakit, ada pemimpin lain, yaitu clinical leader (pemimpin klinis). Para pemimpin klinis yang berada di SMF masing-masing sudah banyak yang mengembangkan pengetahuan serta ketrampilan klinisnya sehingga mempunyai berbagai ciri, termasuk ada follower-nya. Direktur RS hanya satu tapi pemimpin klinik bisa puluhan.  Contoh: seorang Seorang ahli diare anak di RSUP Dr Sardjito menjadi acuan para dokter anak dan dokter umum di seluruh Indonesia mengenai diare.

Sama dengan di rumahsakit. Dekan hanya satu orang, namun pemimpin keilmuan bisa puluhan.  Salah satu tugas dekan adalah mendukung pengembangan pemimpin keilmuan. Sementara itu  tugas para dosen adalah mengembangkan keilmuan yang secara bersama akan meningkatkan indikator lembaga yang secara struktural dipimpin dekan. Jadi sebenarnya ada hubungan simbiose mutualistis antara pemimpin struktural dengan pemimpin ilmu. Oleh karena itu indikator kinerja dosen-dosen sebaiknya juga menjadi sebagian dari indicator kinerja dekan secara keseluruhan.

Dimana Pemimpin Keilmuan bekerja?

  • Mereka bekerja di:
  • Laboratorium
  • Studio
  • Pusat-pusat di universitas
  • Pusat-pusat di fakultas
  • Kelompok-kelompok kerja

Ada yang menjadi manajer laboratorium, namun juga ada yang tidak ingin mengelola. Lebih ingin berfungsi sebagai peneliti, atau tenaga ahli. Kedudukannya berada di Dewan Ahli.

Apakah dosen/widyaiswara tertarik dengan konsep Scientist Leader?

Pertanyaan ini menarik, apakah dosen/widyaiswara membutuhkan dan berkeinginan menjadi scientist leaders di level fakultas/universitas, nasional, dan mungkin internasional?

Diskusi menarik ini dilaksanakan pada Kamis, 7 Desember 2017 di Ruang Kuliah RE 301, Gedung IKM Baru Lt. 3, Fakultas Kedokteran UGM

B. TUJUAN

  1. Peserta memahami konsep Pemimpin Keilmuan dan Pemimpin Struktural
  2. Brainstorming dan menggali kebutuhan pengembangan pemimpin keilmuan di Poltekkes, Bapelkes, dan Badan PPSDM Kementerian Kesehatan RI
  3. Melatih kemampuan telekonferensi/webinar sebagai peserta seminar jarak jauh

C. PESERTA

  1. Dosen/Widyaiswara di lingkungan Poltekkes, Bapelkes, dan Badan PPSDM Kementerian Kesehatan RI
  2. Pimpinan dan Staf di lingkungan Poltekkes, Bapelkes, dan Badan PPSDM Kementerian Kesehatan RI
  3. Staf Poltekkes, Bapelkes, atau Badan PPSDM Kementerian Kesehatan RI yang mengelola bagian Diklat
  4. Staf Poltekkes, Bapelkes, atau Badan PPSDM Kementerian Kesehatan RI yang mengelola bagian Akademik
  5. Staf Poltekkes, Bapelkes, atau Badan PPSDM Kementerian Kesehatan RI yang mengelola bidang IT

D. JADWAL DAN TEMPAT ACARA

Hari, tanggal   : Kamis, 7 Desember 2017
Waktu              : 09.00 – 11.00 WIB
Tempat            : Ruang Kuliah RE 301, Gedung IKM Baru Lt. 3, Fakultas Kedokteran UGM

  • Peserta di Yogyakarta dipersilakan hadir di Kampus FK UGM
  • Peserta dari luar Yogyakarta dapat mengikuti secara webinar pada link berikut:

Registration URL: klik disini   Webinar ID: 931-560-211

E. AGENDA SEMINAR

Durasi

Waktu

Materi

Narasumber

Video

10'

09.00 - 09.10

Pembukaan

Moderator

 

20'

09.10 - 09.30

Sesi Materi:

Pemimpin Keilmuan di Perguruan Tinggi

Prof. dr. Laksono Trisnantoro, M.Sc., Ph.D

video3Materi Sesi 1

video3 Materi Sesi 2

10'

09.30 - 09.40

Pembahasan

Badan PPSDM Kemenkes RI

 

70'

09.40 - 10.50

Diskusi dengan Poltekkes dan Bapelkes

Moderator dan Narasumber

video3
Sesi Diskusi

10'

10.50 - 11.00

Kesimpulan dan Penutup

Prof. dr. Laksono Trisnantoro, M.Sc., Ph.D

 

F. INFORMASI DAN PENDAFTARAN

Maria Lelyana

Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan
Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada
Gedung IKM Sayap Utara Lantai 2
Jalan Farmako Sekip Utara, Yogyakarta 55281

Telp/Faks : 0274 – 549425 (hunting) | HP/WA: 0813-2976-0006 | Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Copyright © 2018 Manajemen Pendidikan Tinggi